Kelas : 2eb35
Npm : 29214205
Tugas 3
- EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN
1.Evaluasi keberhasilan koperasi dilihat dari sisi
perusahaan
a)
Efisiensi Perusahaan Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha yang di landasi dengan kumpulan
orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas
dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
·
Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah adalah
manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi,
efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
·
Efesiensi adalah: penghematan input yang di ukur
dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (Ia) dengan input
realisasi atau sesungguhnya (Is), jika Is < Ia di sebut (Efisien). Efesiensi
koperasi adalah suatu teori yang membahas tentang suatu hasil yang sesuai
dengan kemauan dan harapan yang akan membuahkan hasil maksimal. Di hubungkan
dengan waktu terjadinya transaksi/di perolehnya manfaat ekonomi oleh anggota
dapat di bagi menjadi dua jenis manfaat ekonomi yaitu :
i.
Manfaat ekonomi langsung (MEL) adalah manfaat
ekonomi yang diterima oleh anggota langsung di peroleh pada saat terjadinya
transaksi antara anggota dengan koperasinya
ii.
Manfaat ekonomi tidak langsung (METL). adalah
manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya
transaksi, tetapi di peroleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode
tertentu atau periode pelaporan keuangan/pertanggungjawaban pengurus &
pengawas, yakni penerimaan SHU anggota.
iii.
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang di
terima anggota dapat di hitung dengan cara sebagai berikut:
iv.
TME = MEL + METL MEN = (MEL + METL) – BA
v.
Bagi suatu badan usaha koperasi yang
melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi
langsung dapat di hitung dengan cara sebagai berikut :
vi.
MEL = EfP + EfPK + Evs + EvP + EvPU METL = SHUa
·
Efisiensi Perusahaan / Badan Usaha Koperasi:
a)
Tingkat efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke
anggota
(TEBP) = RealisasiBiayaPelayanan
Anggaran biaya pelayanan
Jika TEBP < 1 berarti efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke
anggota
b)
Tingkat efisiensi badan udaha ke bukan anggota
(TEBU) = RealisasiBiaya Usaha
Anggaran biaya usaha
Jika TEBU < 1 berarti efisiensi biaya
usaha
b)
Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah pencapaian target output yang di ukur dengan cara
membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi
atau sungguhnya (Os), jika Os > Oa di sebut efektif. Rumus perhitungan
Efektivitas koperasi (EvK) :
EvkK = RealisasiSHUk + Realisasi MEL
Anggaran SHUk + Anggaran MEL
Jika EvK > 1, berarti Efektif
c)
Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang
digunakan (I), jika O>1 maka disebut produktif.
Rumus perhitungan Produktifitas Perusahaan Koperasi adalah:
1)
MODAL KOPERASI
PPK (1) = SHUk x 100%
= Rp. 102,586,680 X 100% = Rp. 118,432,448
= Rp. 86.62%
Dari hasil ini dimana PPK > 1 maka koperasi ini adalah produktif.
2)
RENTABILITAS KOPERASI
Untuk mengukur tingkat rentabilitas koperasi KSU SIDI maka digunakan
rumus perhitungan sebagai berukut:
Rentabilitas = S H U X 100%
AKTIVA USAHA
= Rp. 102,586,680 X 100% = Rp. 518,428,769
= Rp. 19.79 %
Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa setiap Rp.100,- aktiva usaha mampu
menghasilkan sisa hasil usaha sebesar Rp.19.79,-. Hal ini berarti koperasi KSU
SIDI Sanur mampu mengembangkan usahanya dengan baik kearah yang meningkat.
3)
Analisis Laporan Koperasi
Laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan
pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan
sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi.
Laporan Keuangan Koperasi berisi:
×
Neraca.
×
Perhitungan hasil usaha (income statement).
×
Laporan arus kas (cash flow)
×
Catatan atas laporan keuangan
×
Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan
keuangan tambahan
Perhitungan hasil usaha pada koperasi harus dapat menunjukkan usaha yang
berasal dari anggota dan bukan anggota. Alokasi pendapatan dan beban kepada
anggota dan bukan anggota pada perhitungan hasil usaha berdasarkan perbandingan
manfaat yang di terima oleh anggota dan bukan anggota.
Laporan koperasi bukan merupakan laporan keuangan konsolidasi dari
koperasi-koperasi. Dalam hal terjadi penggabungan dua atau lebih koperasi
menjadi satu badan hukum koperasi, maka dalam penggabungan tersebut perlu
memperhatikan nilai aktiva bersih yang riil dan bilamana perlu melakukan
penilaian kembali. Dalam hal operasi mempunyai perusahaan dan unit-unit usaha
yang berada di bawah satu pengelolaan, maka di susun laporan keuangan
konsolidasi atau laporan keuangan gabungan.
2. PERANAN KOPERASI DALAM PERSAINGAN BISNIS
Peranan Koperasi dalam berbagai
bentuk pasar Berdasarkan sifat dan bentuknya, pasar diklasifikasikan menjadi 2
macam :
a) Pasar dengan persaingan sempurna (perfect
competitive market).
b) Pasar dengan persaingan tak sempurna
(imperfect competitive market) , yaitu: Monopoli, Persaingan Monopolistik
(monopolistik competition), dan Oligopoli.
Di Pasar Sempurna (Perfect
Competitive Market)
Pasar persaiangan sempurna dapat
didefinisikan sebagai struktur pasar atau industry dimana terdapat banyak penjual
dan pembeli,dan setiap penjual atau pembeli tidak dapat mempengaruhi keadaan
pasar. Ciri-ciri dari pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut :
· Perusahaan adalah pengambil harga.
Berarti suatu perusahaan yang ada
di dalam pasar tidak dapat menentukan atau mengubah harga pasar. Harga barang
di pasar ditentukan oleh interaksi antara keseluruhan produsen dan keseluruhan
pembeli.
· Produk yang dihasilkan sejenis
(homogen).
Tidak terdapat perbedaan yang
nyata antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan produksi perusahaan
lainnya.akibat dari sifat ini tidak ada gunanya jika produsen melakukan
persaingan dalam bentuk bukan harga karena konsumen mengetahui bahwa barang
yang dihaslkan oleh produsen tidak ada bedanya.
· Perusahaan bebas untuk masuk dan
keluar.
Apabila perusahaan mengalami
kerugian dan ingin keluar dari pasar dapat dengan mudah dilakukan dan
sebaliknya jika ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di pasar ini ia pun
dapat dengan mudah memasuki pasar ini.
· Pembeli memiliki pengetahuan yang
sempurna mengenai pasar.
Pembeli mengetahui tingkat harga
yang berlaku dan perubahan-perubahan atas harga,akibatnya produsen tidak dapat
menjual barangnya dengan harga yang lebih tinggi dari yang berlaku di pasar
· Terdapat banyak perusahaan di pasar.
Sifat ini memiliki 2 aspek yaitu
jumlah perusahaan sangat banyak dan masing-masing perusahaan adalah relative
kecil jika dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di dalam
pasar.akibatnya produksi perusahaan sangat sedikit jika dibandingkan dengan
produksi dalam industry tersebut.Sifat ini menyebabkan apapun yang dilakukan
perusahaan seperti menaikan harga atau menurunkan harga produksi tidak akan
mempengaruhi harga yang berlaku di pasar.
Berdasarkan kondisi di atas,
dapat diamati keseimbangan / ekuilibrium dari suatu badan usaha koperasi untuk
jangka waktu pendek, menengah, dan jangka panjang. Dalam struktur pasar
persaingan sempurna, harga ditentukan oleh keseimbangan permintaan (demand)
dengan penawaran (supply). Oleh sebab itu, perusahaan yang bersaing dalam pasar
persaingan sempurna disebut penerima harga (price taker). Jadi apabila koperasi
masuk dan menjual produknya ke pasar yang mempunyai struktur bersaing sempurna,
maka koperasi hanya dapat mengikuti harga pasar sebagai harga jual produknya.
Koperasi tidak akan dapat mempengaruhi harga, walaupun seluruh produk
anggotanya dikumpul dan dijual melalui koperasi.
Oleh karena itu, persaingan
“harga” tidak cocok diterapkan oleh para pelaku bisnis termasuk koperasi di
pasar bersaing sempurna. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, maka
koperasi harus mampu bersaing dalam hal “biaya”.
Menurut konsepsi koperasi, biaya
produksi akan dapat diminimumkan berdasakan skala ekonomi, baik sebagai koperasi
produsen maupun konsumen.
Di Pasar Monopolistik.
Pasar monopolistic pada dasarnya
adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem yaitu
persaingan sempurna dan monopoli.oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung
unsur-unsur sifat monopoli dan persaingan sempurna.Pasar monopolistic dapat
didefinisikan sebagai pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan
barang yang berbeda.ciri-cirinya sebagai berikut:
v Adanya penjual yang banyak.
Namun jumlahnya tidak sebanyak
pasar persaingan sempurna,apabila sudah ada beberapa perusahaan maka pasar
monopolistic sudah dapat terwujud.Yang terpenting tidak ada satu pun perusahaan
yang ukurannya tidak lebih besar dari perusahaan lain.Keadaan ini menyebabkan
produksi perusahaan relative kecil dibandingkan keseluruhan produksi dalam
keseluruhan pasar.
v
Produk yang dihasilkan beragam (heterogen).
Produk yang dihasilkan berbeda
secara fisik,pengemasan,perbedaan dalam bentuk “jasa perusahaan setelah
penjualan” dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli.
v
Persaingan promosi penjualan sangat aktif.
Harga bukan penentu utama dari
besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar monopolistic.Untuk
menarik pelanggan perusahaan melakukan perbaikan mutu dan desain
barang,melakukan kegiatan iklan yang terus-menerus, memberikan syarat penjualan
yang menarik,dan sebagainya.
v
Keluar masuk industry relative mudah.
Tetapi tidak semudah pasar
persaingan sempurna beberapa faktor yang
membedakan yaitu : modal yang diperlukan relative besar,perusahaan harus
menghasilkan barang yang berbeda dengan yang sudah tersedia di pasar,dan perusahaan
harus mempromosikan barang tersebut agar memperoleh pelanggan.Jika ada
perusahaan baru ingin memasuki pasar ini maka harus menghasilkan produk yang
yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar.
v Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan
mempengaruhi harga.
Kekuasaan mempengaruhi harga ini
diakibatkan dari sifat barang yang dihasilkan yaitu bersifat berbeda.Perbedaan
ini membuat pembeli bersifat memilih,yaitu lebih menyukai barang dari suatu
perusahaan tertentu dan kurang menyukai barang dari perusahaan lainnya.Maka
apabila perusahaan menaikan harga maka ia tetap dapat menarik pembeli dan jika menurunkan harga tidak mudah untuk
menjual semua produk yang dihasilkan.Banyak konsumen masih membeli barang yang
dihasilkan perusahaan walaupun harganya relative mahal.
Oleh karena itu, apabila koperasi
ingin memaksimumkan keuntungannya dalam struktur pasar monopolistic, maka
secara teoritis, koperasi harus mampu menghasilkan produk yang sangat berbeda
dengan yang dihasilkan oleh pengusaha lain. Tentu strategi dan taktik bisnis
dalam promosi, sedikit banyak sangat menentukan perbedaan tersebut.
Ø
Di Pasar Monopsoni
Ciri-ciri pasar monopsomi :
Terdapat banyak penjual tetapi
hanya ada satu pembeli.
Kondisi Monopsoni sering terjadi
didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi
tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Salah satu contoh
monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan
Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil
produksi hanya akan dibeli oleh KAI.
Apabila seorang pengusaha membeli
suatu factor produksi secara bersaing sempurna dengan pengusaha lain,maka ia
secara perorangan tidak bisa mempengaruhi harga dari factor produksi itu.
Ø
Di Pasar Oligopoli
Pasar oligopoly terdiri dari
sekelompok kecil perusahaan.Struktur dari industry dalam pasar oligopoly adalah
terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar oligopoly
sebesar 70-80 persen dari seluruh produksi atau nilai penjualan dan disamping
itu terdapat perusahaan kecil.Perusahaan yang menguasai pasar saling
mempengaruhi satu-sama lain,karena keputusan dan tindakan dari salah satunya
sangat mempengaruhi perusahaan lain.Sifat ini menyebabkan perusahaan lain harus
berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam hal mengubah harga,membuat
desain,mengubah teknik produksi dan lainnya.
Ciri-ciri pasar Oligopoli sebagai
berikut :
a. Menghasilkan barang standar maupun
barang berbeda.
Industry dalam pasar oligopoly
sering dijumpai dalam industry yang menghasilkan bahan Kekuasaan menentukan
harga adakalanya lemah dan ada kalanya kuat.
b. Pada umumnya perusahaan oligopoly perlu
melakukan promosi secara iklan.
Kegiatan promosi untuk pasar
oligopoly yang menghasilkan barang berbeda
memiliki dua tujuan yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan
pembeli lama.pasar oligopoly yang menghasilkan barang standar melakukan
kegiatan promosi untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
Peran koperasi di didalam pasar
oligopoly adalah sebagai retailer (pengecer), dikarenakan untuk terjun ke dalam
pasar oligopoly ini diperlukan capital intensive (modal yang tinggi). Koperasi
dapat berperan sebagai pengecer produk berbagai jenis dari beberapa produsen.
Keuntungan diperoleh dari laba penjualan.
3. PERKEMBANGAN KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG
Koperasi sudah berkembang dengan
ciri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan
pengembanganya. Terdapat beberapa tahapan dalam perkembangan koperasi di Negara
berkembang :
1. Akhir abad ke 19 dan awal abad
ke 20 para emigrant Eropa mendirikan
koperasi pertanian di Argentina, Brazil Selatan, Transvaal, Rhodesia
Selatan, dan India dengan unsur-unsur konsepsi Reiffeissen.
2. Selama Periode diantara Perang
Dunia I dan Perang Dunia II pemerintah colonial Inggris membentuk organisasi
koperasi modern atas dasar Pola Pengembangan Koperasi India Inggris, dianggap
sebagai suatu model bagi usaha mendorong pengembangan koperasi modern yang
diprakarsai oleh rakyat setempat. Di
derah yang terdapat hubungan antara koperasi dan pergerakan kemerdekaan
Pengusaha Kolonial merasa khawatir jika koperasi dapat tumbuh misalnya di
Indonesia dan Kenya.
3. Periode 1945-1960 Konferensi Pangan dan
Pertanian International tahun 1943 di Virginia (USA) menekankan pentingnya
organisasi koperasi. Untuk mendorong prakarsa pertumbuhan koperasi berbagai
kegiatan pemerintah dilakukan selama tahap ini. Kegiatan-kegiatan ini telah
dilaksanakan oleh Penguasa Kolonial Inggris, Prancis, dan Afrika. Pemerintah di
India dan Indonesia.
4. Periode 1960-1970 dapat
diamati suatu penyebaran dan pertambahan jumlah koperasi modern dibanyak Negara
berkembang. Banyak pemerintah di Negara Asia dan Amerika Selatan mulai
mendorong pembentukan koperasi (dengan bantuan bilateral dan internasional) dan
memanfaatkannya sebagai sarana bagi pembangunan pertanian.
5. Organisasi Internasional
menekankan peranan koperasi sangat penting dalm pembangunan social ekonomi dan
mengusulkan pemerinatah Negara untuk mendorong prakarsa dan pengembangan organisasi
swadaya.
Struktur organisasi dan kegiatan
koperasi di pedesaan di Negara Dunia Ketiga menunjukan adanya aneka ragam
bentuk di berbagai Negara. Jumlah koperasi yang terbesar adalah koperasi yang
bersifat memberikan jasa-jasa pelayanan, yang diharapkan menunjang usaha
ekonomis para anggotanya dengan menyediakan dan menawarkan barang-barang dan
jasa-jasa melalui penyaluran sarana produksi dan barang-barang konsumsi kredit,
nasihat, pemasaran, pengolahan dan lain-lain.
Koperasi produksi, koperasi produsen,
atau koperasi para pekerja kurang berhasil karena masalah-masalah khusus yang
berkaitan dengan jenis koperasi ini sampai saat ini belum dapat diatasi secara
praktis. Sesuai dengan fungsi-fungsi ynag dilaksanakan oleh perusahaan koperasi
maka bentuk “ Koperasi Serba Usaha” lebih dominan, yang diharapkan dapat
menawarkan berbagai jenis bargng dan jasa yang dibutuhkan anggotanya. Untuk
meningkatkan efisiensi ekonomis koperasi primer mengadakan amalgamasi menjadi
koperasi primer yang lebih besar lagi dan beraplikasi pada organisasi tingkat
sekunder atau tertier yang berusaha di tingkat regional dan nasional.
Pemerintah negara berkembang menunjang
pembentukan organisasi koperasi modern dan membentuk lembaga pemerintah khusus
seperti departemen, direktorat, dan instansi. Lembaga tersebut pendorong
pengembangan koperasi yang memperoleh dana dari negara, swasta, atau dari luar
negeri untuk membelanjai kegiatannya sebagai swadaya koperasi yang berusaha
secara efisien dan berorientasi kepada anggota.
Banyak koperasi yang didirikan dengan bantuan pemerintah atau lembaga
tersebut masih berada dalam tahap awal pengembangan structural atau
organisasinya belum mampu bertahan sebagai organisasi koperasi swadaya yang
otonom tanpa bantuan langsung bidang keuangan dan manajemen dari pemerintah.
Hal tersebut disebabkan anggota koperasi pedesaan tergolong masih sangat murni,
pendidikannnya rendah, dan kurang
informasi.
sumber : http://rujakcom.blogspot.com/2012/01/peranan-koperasi.html
http://dhonyaditya.wordpress.com/2011/11/23/pembangunan-koperasi-di-negara-berkembang/ http://ridwanalghofur.blogspot.com/2012/12/evaluasi-keberhasilan-koperasi-dilihat_9540.html
http://saefullohlipana.blogspot.com/2010/11/perkembangan-koperasi-di-indonesia-dan.html